Muhammadiyah dan Lazismu Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

BANTUL — Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah bekerjasama dengan Lazismu, PKU Muhammadiyah, dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menggelar pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan, Rabu (22/3/2017). Kegiatan ini diperuntukan 150 anggota komunitas pemulung Makaryo Adi Ngayogyokarto (Mardiko) di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Yogyakarta.

Dijelaskan Ketua MPM PP Muhammadiyah, Moch Nurul Yamin, permasalahan kesehatan bagi masyarakat marginal seperti pemulung di TPST Piyungan adalah minimnya akses layanan kesehatan. Anggota Pemulung Makaryo tidak memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Seharusnya, kata Yamin, layananan kesehatan yang disediakan pemerintah bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Karena itu, MPM PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Lazismu, PKU Muhammadiyah, UNISA menggelar pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan,” kata Yamin.

MPM Sragen Silaturahim ke MPM PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, Jawa Tengah silaturahmi ke MPM PP Muhammadiyah di Jalan KHA Dahlan Yogyakarta, Jumat (10/3/2017). Silaturahim yang dipimpin Fatchur Rochman ingin menggali ilmu untuk pengembangan tepung mocaf, warung pemberdayaan, dan pengembangan usaha ternak.

Dijelaskan Fatchur Rochman MPM Sragen selama ini sudah pernah mengembangkan tepung mocaf. Namun usaha ini tidak aktif lagi sehingga MPM Sragen tidak memiliki bakteri untuk menghasilkan tepung ini. “Kunjungan ini untuk mendapatkan informasi tentang bakteri yang ada di Gunungkidul untuk bisa mengembangkan mocaf di Sragen,” kata Fatchur.

Selanjutnya, pengembangan warung pemberdayaan untuk memanfaatkan tanah milik Fatchur yang berada di pinggir jalan raya dan berdekatan dengan tempat tujuan wisata. Rencana warung pemberdayaan ini akan berbentuk cafe dan dijadikan ekowisata. “Kami mohon support dari MPM PP Muhammadiyah,” katanya.

Disabilitas Tuntut DPRD Kota Yogyakarta Tuntaskan Raperda

YOGYAKARTA — Sebanyak 50 penyandang Disabilitas Kota Yogyakarta melakukan unjukrasa di Gedung DPRD setempat, Selasa (7/3/2/2017). Mereka mendesak agar DPRD Kota Yogyakarta segera menggelar Sidang Paripurna untuk mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyandang Disabilitas.

Demikian diungkapkan Arni Surwanti, Koordinator Forum Penguatan Hak-hak Penyandang Disabilitas DIY kepada wartawan di Yogyakarta, (7/3/2017). Menurut Arni, sudah lebih dari dua tahun, DPRD Kota Yogyakarta membahas Rancangan Peraturan Daerah Penyandang Disabilitas.

Sehari Lebih Cepat, Klinik Apung Said Tuhuleley Tiba di Ambon

AMBON – Klinik Apung Said Tuhuleley, Rabu (22/2/2017) malam, tiba di Pelabuhan Yos Sudarso, Islamic Center Ambon. Kapal ini menempuh perjalanan selama lima hari dari Jakarta-Ambon yang dipimpin Syafii Latuconsina, Konsultan Ahli Pertanian di Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Perjalanan Jakarta-Ambon dapat ditempuh lebih cepat satu hari dari rencana semula.

“Alhamdulillah perjalanan kita ini ternyata lebih cepat satu hari dari jadwal. Kita syukuri semua ini terjadi karena rahmat Allah itu yang pasti. Sehingga dalam perjalanan tidak ada gelombang yang cukup berarti dan kita sampai disini dengan selamat, lancar dan yang pasti ternyata lebih cepat dari yang ditentukan,” jelas Syafii Latuconsina.

Lebih lanjut Syafii menjelaskan kapal ini telah menempuh jarak 1800 mil dengan lama perjalanan lima hari atau 120 jam. Dalam perjalanan, kapal yang didesain di Jakarta menghabiskan hampir 10.300 liter bahan bakar. Klinik Apung Said Tuhuleley ini akan difungsikan sebagai pelayan kesehatan di Ambon dan Papua.

Usaha Sungguh-sungguh, Kunci Keberhasilan Dampingan MPM

YOGYAKARTA — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr KH Haedar Nashir menandaskan ada empat hal yang menentukan keberhasilan dalam berusaha yaitu bersyukur, usaha bersungguh-sungguh, mendapat inspirasi, dan kebersamaan. Empat hal inilah yang membuat dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah bisa meraih keberhasilan.

Hal itu diungkapkan pada Forum ‘Inspirasi Ahad Pagi Pemberdayaan Wong Cilik dalam Keistimewaan Yogyakarta’ di Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta, Ahad (19/2/2017). Acara ini diikuti 10 dampingan MPM PP Muhammadiyah dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kabupaten Purworejo.

Lebih lanjut Haedar menjelaskan bahwa dampingan merupakan kelompok yang pandai bersyukur sehingga Allah SWT terus menambah kenikmatan. Selain itu, kelompok dampingi juga berusaha dengan bersungguh-sungguh. “Kelompok dampingan bisa sukses karena ada kesungguhan. MPM hanya mendorong dan mencarikan jalan,” tandas Haedar.

Pengumuman Pengadaan Bibit dan Alat Pertanian

PENGUMUMAN PENGADAAN BIBIT DAN ALAT PERTANIAN MAJELIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (MPM) PP MUHAMMADIYAH Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah didukung oleh Millennium Challenge Account (MCA) Indonesia menjalankan program Kemakmuran Hijau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dalam rangka memenuhi komponen pertanian kami mengundang para pihak untuk mengikuti kegiatan tender Pengadaan Bibit dan Alat Pertanian di daerah…

Monumen 1 Maret Siap Jadi Ajang Pengajian Inspirasi

YOGYAKARTA — Fasilitator Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Senin (6/2/2017), menyambangi kantor pengelola Monumen Serangan Umum Satu Maret. Kedatangan MPM bermaksud untuk membahas teknis perhelatan akbar tiga bulanan Pengajian Inspirasi Ahad Pagi yang rencananya diselenggarakan di monument tersebut, Ahad (19/2/2017) mendatang.

Perwakilan MPM, M Rifaat diterima Edi Susanto perwakilan pengelola Monumen Serangan Umum Satu Maret. Rifaat menyampaikan konsep kegiatan dari pembukaan hingga penutup. Kegiatan ini rencananya dihadiri oleh sekitar 400 orang dampingan MPM dari berbagai wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

“Beberapa tamu penting kami undang. Ketua PP Muhammadiyah akan hadir, dan puncaknya Sri Paku Alam X sebagai Wakil Gubernur DIY akan kami hadirkan untuk sambung rasa bersama seluruh dampingan,” kata Rifaat.

MPM PP Muhammadiyah Berantas Buta Aksara Arab

SLEMAN — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah melakukan pemberantasan buta aksara Arab terhadap dampingan Difabel Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemberantasan buta aksara Arab ini dilakukan bersamaan dengan pertemuan rutin di rumah Esyah, Ngaglik Sleman, Ahad (5/2/2017).

Dalam pertemuan rutin dampingan difabel Ngaglik, kata Ririn Nopiah, fasilitator MPM PP Muhammadiyah membahas Koperasi Simpan Pinjam Bank Difabel. Selain itu, membahas tentang persiapan pengadaan pelatihan manajemen dan pengelolaan koperasi.

Selanjutnya, dilakukan placement test pelatihan membaca Alquran oleh fasilitator. Tes ini untuk membagi kelas peserta pelatihan. Kelas 1 untuk peserta yang belum bisa membaca Alquran sama sekali. Sehingga pelatihannya mulai dari awal.

Wagub Apresiasi Kegiatan Pemberdayaan MPM PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA,MENARA62.COM — Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X mengapresiasi upaya Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dalam mengetaskan kemiskinan di 15 kecamatan seluruh DIY. Karena itu, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan terus dilanjutkan.

“Kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat adalah partisipasi masyarakat yang tinggi,” kata Sri Paku Alam X saat menerima audiensi rombongan MPM PP Muhammadiyah di Kepatihan Yogyakarta, Jumat (3/2/2017).

MPM PP Muhammadiyah melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur DIY untuk menginformasikan kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan. Selain itu, MPM PP Muhammadiyah juga mengundang Wagub untuk hadir dalam ‘Pengajian Inspirasi Ahad Pagi’ yang akan dilaksanakan di pelataran Monumen Serangan Umum 1 Maret, Ahad (19/2/2017) mendatang.

IDP Tularkan Kemampuan Membuat Instalasi Akuaponik

PURWOREJO — Ikatan Disabilitas Purworejo (IDP) dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah beberapa waktu lalu telah mendapatkan pelatihan pengembangan pertanian perkotaan berbasis akuaponik. Saat ini sudah mempraktekkannya dalam keseharian terutama jasa pembuatan instalasi akuaponik sesuai pesanan.

Kemampuan ini kemudian ditularkan kepada warga Desa Rebug, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (1/2/2017). Penularan kemampuan ini dilakukan dalam pelatihan pembuatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) berbasis akuaponik yang dilaksanakan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo.

Ketua IDP, Simponiarto yang sudah mempraktekan pertanian perkotaan akuaponik diminta untuk menularkan kemampuannya. “Dalam rangka mengembangkan aktualisasi diri anggota IDP maka dalam kegiatan ini penyelenggara memberi kesempatan kepada IDP untuk menjadi narasumber pelatihan pembuatan instalasi akuaponik,” kata Didik Widiyanto, dosen UM Purworejo, di Purworejo, Kamis (2/2/2017).

Menurut Didik Widiyanto, ada dua materi yang diberikan pada pelatihan KRPL. Pertama, pembuatan Kawasan Rumah Pangan Lestari berbasis akuaponik; kedua, pembuatan instalasi akuaponik.