Pelatihan Fasilitator Pendamping Nelayan

JAKARTA — Divisi Nelayan MPM PP Muhammadiyah melaksanakan Coaching Asisten Teknis bagi para calon Konsultan Pemberdayaan Masyarakat di Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (29/4/2017). Calon fasilitator ini berasal dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Jakarta, diantaranya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD), Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Dijelaskan Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah, H Syahril Syah, kegiatan ini merupakan tahapan dari pra-prencanaan Program Kampung Nelayan Berkemajuan (PKNB). Sebuah role model pemberdayaan yang dikembangkan Divisi Nelayan MPM PP Muhammadiyah untuk pemberdayaan masyarakat di kawasan pesisir melalui pendekatan terintegrasi.

PKNB memiliki tiga tahapan yaitu tahap pertama, masa perencanaan yang didahului studi pendahuluan, pra kondisi, konsolidasi dan pengorganisasian. Tahapan kedua, pelaksanaan yang meliputi mobilisasi sumberdaya, pendampingan, pelatihan termasuk pembiayaan dan konstruksi. Tahap ketiga adalah tahap pelepasan, di mana seluruh program yang sudah diterapkan akan mampu berjalan mandiri oleh masyarakat.

MPM PP Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Pengasong

YOGYAKARTA — Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah bekerjasama dengan Lazismu dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menggelar pemeriksaan kesehatan, Jumat (28/4/2017). Pemeriksaan kesehatan bagi komunitas pedagang asongan Kota Yogyakarta dampingan MPM meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol.

Selain pemeriksaan kesehatan, MPM PP Muhammadiyah juga menyerahkan gerobak kepada pedagang asongan dampingan MPM di SD Ngupasan Yogyakarta. Bantuan gerobag diharapkan bisa memperbaiki penampilan pedagang asongan.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin berpesan tanggungjawab pedagang makanan bukan hanya makanan halal, tetapi juga menjaga makan sehat. “Saat ini kejahatan tidak hanya kriminalitas, tetapi banyak melakukan kejahatan khususnya pada anak lewat makanan-makanan yang dikonsumsi” kata M Yamin.

MPM Selalu Menjaga Jajanan Asongan Aman Dikonsumsi

YOGYAKARTA — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah bersama Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan LazisMu, Jumat (21/4/2017), melakukan pemeriksaan produk jajanan asongan di SD Muhammadiyah Pakel dan SD Purwodiningratan. Pemeriksaan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap enam bulan sekali untuk menjaga jajanan sekolah aman dikonsumsi dan toyyib.

Menurut Tuhu Hermawan, anggota Divisi Komunitas Khusus MPM PP Muhammadiyah, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar MPM untuk melakukan pendampingan selanjutnya. “Pengecekan jajanan asongan sebagai langkah awal program pemberdayaan asongan khususnya pada makanan toyyib,” katanya.

Lebih lanjut Tuhu mengatakan dalam melakukan pendampingan asongan, MPM mengikutsertakan keterlibatan pihak sekolah dan pedagangan asongan menjadi penentu program pemberdayaan asongan. Sehingga jajanan pasar terhindar dari zat-zat berbahaya seperti Boraks, formalin, Pemanis buatan (sakarin dan siklamat) dan pewarna tekstil (rhodamin).

MPM Kalsel Bimbing Komunitas difabel Sholat

BANJARMASIN — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan (Kalsel) membimbing shalat lima waktu kepada komunitas difabel. MPM Wilayah Kalsel bekerjasama dengan Pertuni Cabang Banjarmasin melaksanakan bimbingan shalat di tempat praktek pijat Nuriansyah, Banjarmasin, Senin (17/4/2017).

Dijelaskan Hesly, MPM Wilayah Muhammadiyah Kalsel, shalat lima waktu merupakan perintah dari Allah SWT bagi kaum muslimin. Perintah ini wajib dijalankan seluruh kaum muslimin, baik non difabel maupun difabel.

“Kawan-kawan defabel merasakan bahwa praktek selama ini masih banyak kurangnya, karena dengan keterbatasan mata yang tidak pernah melihat dan memperhatikan gerakan shalat yang benar,” kata Hesly.

MPM PP Muhammadiyah Latih Pembukuan Bank Difabel

SLEMAN – Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah bekerjasama dengan Lazismu melakukan pendampingan pembukuan bagi pengurus, anggota dan calon anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bank Difabel di Ngaglik Sleman, Jumat (14/4/2017). Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan manajemen KSP Bank Difabel sebelumnya.

Wuri Rahmawati, penanggung jawab program menyatakan pelatihan ini sudah ketiga kalinya dilakukan yang sebelumya diawali dengan pelatihan pada tanggal 18 Maret 2017. Peserta pelatihan ini bukan hanya difabel dari Kecamatan Ngaglik saja, tetapi juga dari Kecamatan Gamping, Mlati, Turi, Kalasan, Pakem dan Tempel.

Para peserta, kata Wuri, diberi pelatihan rutin seminggu sekali mengenai materi pembukuan simpanan, pinjaman dan mutasi (uang) keluar. “Pendampingan pembukuan ini bertujuan untuk memberikan kemampuan teman-teman difabel dalam hal administrasi keuangan KSP Bank difabel dengan harapan anggota KSP dapat menjadi marketing di daerah masing-masing sehingga dikemudian hari anggota KSP semakin bertambah” kata Wuri.

Workshop Pengurangan Resiko Bencana Bagi Disabilitas

YOGYAKARTA — Forum Penguatan Hak-hak Penyandang Disabilitas (FPHPD) menyelenggarakan workshop pengurangan resiko bencana untuk penyandang disabilitas. Workshop ini dimaksudkan untuk menyusun buku panduan dan metode pembelajaran bencana di sekolah. Workshop diikuti sejumlah guru pendamping, orang tua, dan penyandang disabilitas.

Menurut Arni Surwanti, Koordinator FPHPD, saat ini penyandang disabilitas belum mendapatkan perhatian cukup saat terjadi bencana. Mereka yang termasuk kelompok rentan mempunyai hak yang sama untuk meendapatkan informasi terkait dengan bencana.

“Keluaran workhsop adalah panduan bagi pendidik di sekolah luar biasa ataupun inklusi. Bisa dimasukkan dalam kegiatan kepramukaan yang ada. Dari sini, Kami mendorong pemerintah membuat kebijakan pendidikan bencana untuk difabel,” kata Arni.

Hasil workshop, lanjut Arni, diharapkan dapat merumuskan rekomendasi materi-materi kebencanaan dan metode pembelajaran yang tepat bagi murid sesuai jenis disabilitasnya. Materi-materi tersebut akan dibukukan sebagai salah satu media pembelajaran berupa panduan bagi pendidik.

Yayasan Kehati Monitoring Restorasi Hutan Berau

YOGYAKARTA — Tim dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) melakukan kunjungan Majelis Pemberdayaaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah di Jalan Soragan Yogyakarta, Kamis (6/4/2017). Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Yayasan KEHATI terdiri Edy Irianto dan Haris Iskandar serta tenaga ahli ESMS (Environmental and Social Management System).

Tim Monev ini melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program restorasi hutan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang dilakukan MPM PP Muhammadiyah hingga bulan Februari 2017. MPM PP Muhammadiyah didukung Millennium Challenge Account Indonesia (MCAI) melaksanakan program Kemakmuran Hijau Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat.

MPM PP Muhammadiyah mencanangkan Program Restorasi Ekosistem Hutan Tropis melalui Pengembangan Hasil Hutan Non Kayu untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dan Pengurangan Emisi Karbon. Program ini dilaksanakan di Desa Siduung Indah dan Batu Rajang, Kecamatan Segah dan Desa Long Keluh, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

UU Perkumpulan akan Rugikan Muhammadiyah

PEKALONGAN — Muhammadiyah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi terbitnya Undang-undang (UU) tentang Perkumpulan. Sebab keberadaan UU Perkumpulan diprediksikan akan merugikan aset Muhammadiyah.

Demikian diungkapkan Dr H Hafidh Shalahuddin, Wakil Ketua Majelis Wakaf PCM Banyumanik pada workshop ‘Pengelolaan, Pemberdayaan dan Penyelamatan Aset Persyarikatan Muhammadiyah’ di Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (9/4/2017). Workshop juga menampilkan pembicara Dr M Nurul Yamin, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, dan Setia Irianto, Majelis Ekonomi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.

Workshop diikuti 110 peserta yang terdiri dari, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekalongan. Selain itu, juga diikuti ketua dan pengurus amal usaha Muhammadiyah (AUM). Workshop dilaksanakan di Kampus 2 Stikes Muhammadiyah Pekalongan.

MPM PWM Maluku Gelar Rakorwil

AMBON — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku, Sabtu-Ahad (1-2/4/2017), menggelar rapat koodinasi wilayah (Rakorwil). Acara ini diawali Sabtu (1/4/2017) dengan brainstorming tentang dinamika Muhammadiyah di Maluku.

Rakorwil yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Maluku, Ahad (2/4/2017), dihadiri Ketua dan jajaran PWM Maluku, Majelis dan Lembaga, Pengurus Wilayah MPM Maluku dan Pengurus Daerah MPM se Maluku. Serta Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin.

Menurut Nurul Yamin, selama ini, dinamika PWM Maluku semakin menggembirakan. Salah satunya, sukses menyelenggarakan sidang Tanwir Muhammadiyah 2017 beberapa waktu lalu.

“Dalam Rakorwil dirumuskan program MPM Wilayah dan MPM Daerah sebagai turunan dari program MPM Pusat yang telah dirumuskan hasil Rakernas MPM beberapa waktu yang lalu,” kata Nurul Yamin di Maluku, Ahad (2/4/2017).

Dahlan Rais : Muhammadiyah Ajak Warga Kokoda Maju

YOGYAKARTA — Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais mengemukakan Muhammadiyah telah mengedukasi warga Kokoda di Papua Barat dengan sejumlah program. Bahkan warga Kokoda menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dahlan Rais mengemukakan hal itu pada pembukaan Pameran Foto dan Pagelaran Budaya Kokoda di Bentara Budaya Yogyakarta, Sabtu (1/4/2017). Pameran bertajuk ‘Nigeyo Kokoda di Timur Indonesia’ ini untuk memperkenalkan kiprah Muhammadiyah dan memperkenalkan kebhinekaan, pengenalan suku-suku di Indonesia, pendidikan multikultur, model dan bentuk aktivitas pendampingan suku Kokoda.

Lebih lanjut Dahlan Rais menjelaskan sangat ironis, suku Kokoda yang asli Papua tidak memiliki tanah. Sehingga Muhammadiyah membelikan tanah untuk didirikan rumah bagi mereka secara permanen.