Pangkep Jadi Tuan Rumah Workshop Perikanan Dan Pertanian Terpadu Se Sulselbar

Pangkep– Karena sangat pentingnya untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat di sektor pertanian. Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah Sulawesi Selatan akan melatih sebanyak tiga ratus pengurus serta petani binaan yang berasal dari Sesulawesi Selatan dan Barat melalaui Workhsop Perikanan Darat-Laut dan Pertanian Terpadu, bertempat di perguruan Muhammadiyah Sibatua Pangkeppada tanggal 05-06 Juli 2013 mendatang.

Nalar Pembebasan Gerakan Muhammadiyah

Oleh

Bachtiar Dwi Kurniawan

Membaca Muhammadiyah adalah membaca gerakan pembaruan di Indonesia, yang dalam ranah praksis gerakanya diejawantahkan pada dua dimensi, yakni, dimensi purifikasi (pemurnian) dan dimensi dinamisasi. Purifikasi adalah usaha pemurnian ajaran agama Islam baik dari sisi Aqidah dan Ibadah supaya sesuai dengan tuntunan al-quran dan sunnah (arruju’ ila quran wa sunnah) seperti yang diajarkan oleh kanjeng Nabi Muhammad. Sedangkan dinamisasi adalah ijtihad yang dilakukan muhammadiyah dalam mendinamisasi (inovasi) praktek kehidupan muamalah duniawiyah yang disesuaikan dengan kondisi perubahan zaman demi kemajuan dan kesejahteraan umat manusia.

Advokasi Kebijakan Publik Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Oleh

Bachtiar Dwi Kurniawan

Sebagai gerakan dakwah (bil lisan dan bil hal) yang sudah tumbuh sejak lebih dari satu abad yang lalu, Muhamamdiyah sudah barang tentu mempunyai banyak pengikut dan jama’ah. Keberadaan Muhammadiyah saat ini ibaratnya sudah melebur dan menyatu dengan masyarakat, Oleh karena itu Muhamamdiyah tidak bisa dilepaskan dari sendi dan denyut nadi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Masalah apapun yang terjadi di masyarakat, sudah barang tentu Muhamamdiyah akan turut serta merasakannya, karena Muhamamdiyah adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat itu sendiri.  Sepelik dan seberat apapun persoalan yang dihadapi masyarakat, Muhamamdiyah akan selalu bersama dan berusaha hadir ke tengah-tengah masyarakat untuk menjadi problem solver. Hal itu sudah ditunjukkan oleh Muhamamdiyah melalui berbagai aktivitas amal sosial yang telah dilakukan secara konsisten semenjak berdirinya tahun 1912. Muhammadiyah melakukan berbagai macam upaya untuk mengentaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan dan kejumudan umat melalui berbagai macam aktivitas yang saat ini dikenal dengan istilah amal usaha. Sekarang saat ini bias kita saksikan betapa amal usaha Muhammadiyah saat ini sudah tumbuh dan berkembang secara impresif baik di bidang pendidikan, kesehatan, Panti asuhan-Panti Jompo, amal usaha ekonomi dan lain-lainya. Pelayanan dakwah muhammadiyah melalui amal usahanya ini tidak hanya didorong untuk memberi manfaat bagi Muhamamdiyah saja akan tetapi untuk semua masyarakat (Muhammadiah for All). Karena di Muhamamdiyah tidak dikenal dakwah yang eksklusif yang hanya member manfaat bagi Muhammadiyah (lil muhammadiyin)  atau bagi ummat Islam saja (lil muslimin) akan tetapi dakwah yang member manfaat untuk semua (rahmatan lil ‘alamin). Upaya menjadi problem solver bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat inilah yang dalam bahasa sekarang disebut dengan advokasi.