MPM PP Muhammadiyah Siap Bekerjasama dengan UNISA

YOGYAKARTA — Majelis Pemberdayaan Masyarajat (MPM) PP Muhammadiyah bersilaturahim ke Univeritas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Selasa (31/1/2017). Kunjungan ini diharapkan akan ada kerjasama antara MPM PP Muhammadiyah dan UNISA.

Rombongan MPM PP Muhammadiyah yang dipimpin Dr M Nurul Yamin diterima Ummu Hani, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UNISA dan staf. Audiensi ini membahas beberapa program yang bisa dikerjasamakan di antara kedua lembaga ini.

Ummu Hani yang juga mewakili Rektor UNISA menyambut baik silaturahim pengurus MPM PP Muhammadiyah ke kampus UNISA. “ Di UNISA, kami juga memiliki program pembinaan kepada masyarakat, harapannya kerja sama nanti dapat bermanfaat bagi masyarakat” kata Ummu Hani.

Stigma Negatif terhadap Profesi Petani Harus Dikikis

YOGYAKARTA — Stigma negatif terhadap profesi petani harus dikikis agar masyarakat tidak meninggalkan pekerjaan sebagai petani. Bila petani sudah tidak mau ke sawah, dikuatirkan untuk memenuhi hasil pertanian bangsa Indonesia akan tergantung kepada negara lain yang akhir-akhir ini sudah menanam komoditas pertanian negeri ini.

Hal tersebut diungkapkan R Ahmad Romadhoni SP PhD, anggota Divisi Pertanian Terpadu MPM PP Muhammadiyah pada diskusi Dwi Mingguan di Aula PP Muhammadiyah Jl Ahmad Dahlan Yogyakarta, Jumat (6/1/2017). Diskusi yang diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari Yogyakarta, MPM PDM Sragen, dan MPM PDM Wonosobo, Jawa Tengah itu mengusung tema ’Membela Petani dan Merawat Kedaulatan Pangan.’

Lebih lanjut Doni yang juga dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan jumlah petani menurun bukan karena masalah produksinya. Namun hal yang paling krusial penyebab menurunnya jumlah petani adalah petani dan keluarganya sendiri.

Bupati Apresiasi Muhammadiyah Dampingi Warga Berau

TANJUNGREDEP — Bupati Berau, H Muharram SPd MM mengapresiasi upaya Majelis Pemerdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah melakukan pendampingan terhadap masyarakat tiga desa di dua kecamatan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ia mengharapkan pendampingan ini dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan dan kelestarian hutan di tiga desa tersebut.

Bupati mengemukakan hal itu ketika menghantarkan keynote speech pada Focus Group Discussion (FGD) “Memetakan Peluang, Tantangan, dan Solusi Inovatif dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial di Kabupaten Berau,’’ di Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (4/1/2017). FGD ini menghadirkan Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr M Nurul Yamin; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Berau, Dr H Syarifuddin Israil MP; Hamzah dari Dinas Kehutanan Kabupaten Berau; Gunawan dari The Nature Conservancy, serta tamu undangan.

Lebih lanjut Muharram mengatakan Kabupaten Berau diakui sebagai daerah penyumbang karbon sehingga daerah ini wajib dijaga kelestarian hutannya. “Orang luar negeri yang mengerti tentang kondisi bumi ini, betul-betul serius, agar tidak terjadi perubahan iklim secara drastis dengan menjaga kelestarian hutan,” kata Muharram.

Muhammadiyah Ingin Sejahterakan Masyarakat Berau

TANJUNGREDEP — Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Dr M Nurul Yamin menandaskan ada dua tujuan kerjasama MPM dengan Millennium Challenge Account-Indonesia (MCAI) dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Yaitu berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memfungsikan hutan kembali sebagai ekosistem yang harus dijaga.

M Nurul Yamin mengemukakan hal tersebut dalam pembukaan Focus Group Discussion (FGD) “Memetakan Peluang, Tantangan, dan Solusi Inovatif dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial di Kabupaten Berau,’’ di Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (4/1/2017). FGD ini menghadirkan Bupati Berau, H Muharram, SPd MM; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Berau, Dr H Syarifuddin Israil MP; Hamzah dari Dinas Kehutanan Kabupaten Berau; Gunawan
dari The Nature Conservacy dan tamu undangan.